Minggu, 21 Oktober 2012


B
ASIS DATA adalah kumpulan data yang saling berelasi. Data sendiri merupakan fakta mengenai obyek, orang, dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka,deretan karakter, atau symbol). Basis data dapat didefinisikn dalam berbagai sudut pandang seperti berikut:
  1. Himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah.
  2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi kebutuhan.
  3. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.


 TUJUAN BASIS DATA
Basis data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan, ketepatan, dan kecepatan dalam pengambilan kembali. Untuk mencapai tujuan, syarat sebuah basis data yang baik adalah sebagai berikut;
  1. Tujuan adanya redundansi dan inkonsistensi data
Redudansi terjadi jika suatu informasi disimpan di beberapa tempat. Misalnya, ada data mahasiswa yang memuat NIM, nama, alamat, dan atribut lainnya, sementara kita punya data lain tentang data KHS mahasiswa yang isinya yang terdapat NIM, nama, mata kuliah, dan nilai.
2)      Kesulitan Pengaksesan Data
Basis data memiliki fasilitas untuk melakuakan pencarian informasi dengan menggunakan Query taupun dari tool untik melihat tabelnya. Dengan fasilitas ini. Kita bias secara langsung melihat data dari software DBMS-nya. Selain itu, baiss data bias dihubungkan dengan program aplikasi sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses informasi. Misalnya program aplikasi untuk kasir yang terhubung dengan basis data . pengguna cukup mengguna fasilitas pencarian ataupun laporan. Yang tersedia pada program aplikasi untuk mendapatkan informasi stok, laporan penjualan, dan lain-lain. Dalam basis data, informasi yang diperolah dari kumpulan data bisa berupa keseluruhan data, sebagai data, data denga filter tertentu, data yang terurut, ataupun data summary.

Sebagai contoh sederhana ketika kita ingin mencatat data alamat dan telepon dari kolega kita. Sebagai orang akan menggunakan buku alamat. Metode pencatat dilakukan dilakukan dengan menuliskan data setelah catatan terakhir. Ketika kita menginginkan informasi alamat seseorang kita akan mencari karena informasi yang tersaji tidak terurut. Ada juga orang mencatat dengan mengelompokan nama berdasarkan abjad. Hal ini akan lebih mempermudah pencarian karena kita tidak perlu membaca keseluruhan data, tetapi cukup dalam satu kelompok saja. Tapi masalah baru muncul ketika jumlah data untuk sekelompokan data abjad teretentu telalu banyak sedangkan kelompok abjad yang lain masih terlalu sedikit. Dalam metode ini, ada banyak ruang tidak terpakai jika memberikan ruang yang sama untuk setiap kelompok. Dalam hal pencarian, kesulitan akan kita temui ketika informasi yang kita ingin cari dengan kata kunci sebagagian namanya. Misalnya kita akan mencari alamat Anto, sementara yang tercatat dalam buku catatan adalah Mardianto. Tentu saja kita tidak akan dapat menemukannya dalam kelompok data dengan huruf depan A. selain itu, tidak selamanya kata kunci yang diketahui adalah dari nama, tetapi bisa saja yang diketahui adalah nomer teleponnya, sedangkan yang ingin kita cari adalah alamat dan namanya. Hal ini merupakan masalah baru dari pencatatan data dengan buku. Basis data bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut diatas.

3)      Multiple User
Basis data memungkinkan pengguna data bersama-sama oleh banyak pengguna pada saat yang bersamaan atau pada saat yang berbeda. Dengan meletakkan basis data pada bagian server yang bisa diakses kesemua pengguna dari banyak klient, kita sudah menyediakan akses kesemua pengguna dari computer klient ke sumber informasi yaitu basis data. Tentu saja pengaksesan oleh pengguna-pengguna ini disesuaikan dengan hak aksesnya. Misalnya sebuah perguruan tinggi memiliki data tentang mahasiswa, pembayaran, dan lain-lain yang diletakan dalam sebuah basis data. Bagian Akademi akan bisa mengakses data-data akademi mahasiswa, Bagian Keuangan akan diijinkan mengakses data pembayaran mahasiswa, sementara mahasiswa hanya bisa melihat status akademi/keuangan yang berhubungan dengan dirinya saja. Hal ini sangat dimungkinkan dengan penyimpanan data dalam basis data.

D. MANFAAT/KELEBIHAN BASIS DATA
Banyak memanfaat yang dapat kira peroleh dengan menggunakan basis data. Manfaat/kelebihan basis data diantaranya adalah:
    1)      Kecepatan dan kemudahan (speed)
Dengan menggunakan basis data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
2)       Kebersamaan pemakai
Sebuah basis data dapat digunakan oleh banyak user san banyak aplikasi. Untuk data-data yang diperlukan oleh banyak orang/bagian. Tidak perlu dilakukan pencatatan dimasing-masing bagian, tetapi cukup dengan satu basis data untuk dipakai bersama. Misalnya data mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi, dibutuhkan oleh banyak bagian, diantaranya: bagian akademik, bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, dan perpustakaan. Tidak harus semua bagian ini memiliki catatan dan semua bagian bisa mengakses data tersebut sesuai dengan keperluannya.


3)       Pemusatan control data
karena cukup dengan satu basis data unutk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data juga cukup dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya, maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu basis data.


4)       Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan pemakain bersama, kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan diberbagai tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data yang dimilikioleh sebuah organisasi. Dengan teknik perancangan basis data yang benar, kita akan menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus disimpan.

5)       Keakuratan (Accuracy)
Penerapan secara ketat aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara data, dan lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.

6)       Ketersediaan (availability)
Dengan basis data kita dapat mem-backup data, memilah-milah data mana yang masih diperlukan dan data mana yang perlu kita simpan ke tempat lain. Hal ini mengingat pertumbuhan transaksi suatu organisasi dari waktu ke waktu membutuhkan media penyimpanan yang semakin besar.
7)       Keamanan (Security)
Kebanyakan DBMS dilengkapi dengan fasilitas manajemen pengguna diberikan hak akses yang berbeda-beda sesuai dengan pengguna dan posisinya. Basis data bisa diberikan passwordnya untuk membatasi orang yang mengaksesnya.

8)       Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
Pengguna basis data merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Dengan adanya basis data pembuatan aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan dari DBMS, sehingga pembuatan aplikasi tidak perlu mengurusi penyimpanan data, tetapi cukup mengatur interface untuk pengguna.

9)       Pemakain secara langsung
Basis data memiliki fasilitas untuk melihat datanya secara langsung dengan tool yang disediakan oleh DBMS. Untuk melihat data, langsung ke table ataupun menggunakan query. Biasanya yang menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli, atau database administrator.

10)   Kebebasan data (Data Independence)
Jika sebuah program telah selesai dibuat, dan ternyata ada perubahan isi/struktur data. Maka dengan basis data, perubahan ini hanya perlu dilakukan pada level DBMS tanpa harus membongkar kembali program aplikasinya.
.






SISTEM BASIS DATA (SYSTEM DATABASE)  adalah Suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusa
KOMPONEN DASAR DARI SISTEM DATABASE
Terdapat 4 komponen pokok dari  system database :
1.  DATA, dengan ciri-ciri :
        Data disimpan secara terintegrasi (integrated)
        Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)
         Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant).
         Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.


2.   HARDWARE ( perangkat keras)
      Terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan system database berupa :
      * Peralatan untuk penyimpanan, disk, drum, dll
      * Peralatan input dan output
      * Peralatan komunikasi data, dll


3.  SOFTWARE (perangkat lunak)
Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data phisik pada database, dapat berupa :
      * Database Management System (DBMS)
      * Program-program aplikasi & prosedur-prosedur

4.  USER (Pemakai)
     Terbagi menjadi 3 klasifikasi :
         Database Administrator (DBA), orang/team yang bertugas mengelola system database secara keseluruhan
         Programmer, orang/team membuat program aplikasi yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman
         End user, orang yang mengakases database melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer

DATA PADA DATABASE  DAN HUBUNGANNYA
Ada 3 jenis data pada system database, yaitu:
         Data operasional dari suatu organisasi, berupa data yang disimpan didalam database
         Data masukan (input data), data dari luar sistem yang dimasukan melalui peralatan input (keyboard) yang dapat merubah data operasional
         Data keluaran (output data), berupa laporan melalui peralatan output (screen, printer) sebagai hasil dari dalam system yang mengakses data operasional
KEUNTUNGAN PEMAKAIAN SISTEM DATABASE
  1. Terkontrolnya kerangkapan data  dan inkonsistensi
  2. Terpeliharanya keselarasan data
  3. Data dapat dipakai secara bersama-sama
  4. Memudahkan penerapan standarisasi
  5. Memudahkan penerapan batasan - batasan  pengamanan.
  6. Terpeliharanya intergritas data
  7. Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi
  8. Program / data independent

KERUGIAN PEMAKAIAN SISTEM DATABASE
  1. Mahal dalam implementasinya
  2. Rumit / komplek
  3. Penanganan proses recorvery & backup sulit
  4. kerusakan pada system basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait
  5. dan lain – lain.

ISTILAH-ISTILAH YG DIPERGUNAKAN DALAM SISTEM BASIS DATA
a.   Enterprise, suatu bentuk organisasi
            Contoh :   data sekolah  ----- > data mhs
                                    Rumah sakit  ----- > pasien
b.   Entitas, suatu obyek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya
            Contoh :  Bidang administrasi siswa  --- >  entitas mahasiswa, buku, pembayaran
                            Bidang kesehatan            --- >  entitas pasien, dokter Obat           
c.  Atribute / field , setiap entitas mempunyai atribut atau suatu sebutan untuk mewakili suatu entitas.
            Contoh :     Entity siswa     ---  >   field Nim, nama_siswa,alamat 
                              Entity nasabah --- >   field Kode_nasabah,nama_nsh
d.   Data value (nilai atau isi data), data actual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau attribute. Isi dari atribut disebut nilai data.
            Contoh :  Atribut nama karyawan --- > Sutrisno, budiman,
e.   Record/ tuple, kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
            Contoh : satu record mewakili satu data/informasi                -- >   nim, nm_mhs, alamat.
f.    File, kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen sama, attribute yang sama, namun berbeda-beda data valuaenya
g.   Kunci elemen data, tanda pengenal yang secara unik mengindentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas
h.   Database Management System (DBMS),  kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaannya.


DBMS (Database Management System)

DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membaut, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.


FUNGSI DBMS


1. Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh
DBA
4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.


KOMPONEN DBMS

Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :

1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
2. Database Manager, yang menyediakan interface antara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.

3. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.

4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi
 5. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.


PRIMARY KEY adalah atribut (field) yang dipilih untuk menentukan struktur storage pada organisasi file multi key, adapun key lainnya disebut dengan secondary key. Pengertian lainya Primary Key adalah suatu nilai dalam basis data yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel. Nilai dari primary key adalah unik.
pengertian lain
Primary key :Salah satu atrribut dari candidat key dapat dipilih menjadi primary key dengan 3 kriteria sbb :
§  Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan
§  Key tersebut lebih sederhana
§  Key tersebut cukup uniqe





ABTRAKSI DATA merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
Terdapat 3 level abstraksi :

1. Level Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how) data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci.

2. Level Logik / Konseptual (Conceptual Level)
Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan data apa (what) saja yang sesungguhnya disimpan pada basisdata, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antardata secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan lain
sebagainya. Level ini biasa dipakai oleh DBA.

3. Level Penampakan/pandangan (View Level)
Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data. Misalnya: Bagian keuangan hanya membutuhkan data keuangan, jadi yang digambarkan hanya pandangan terhadap data keuangan saja, begitu juga dengan bagian akuntansi, hanya membutuhkan data akuntansi saja. Jadi tidak semua pengguna database membutuhkan seluruh informasi yang terdapat dalam database tersebut.













Rabu, 17 Oktober 2012

SEJARAH UNIVERSITAS PAKUAN 


Universitas Pakuan berdiri pada tanggal 1 November 1980 dengan Surat Keputusan No: Skep-27/YKS/VIII-A/10/1980, dalam naungan Yayasan Pakuan Siliwangi. Kampus UNPAK berlokasi di Jl. Pakuan PO Box 452, Bogor. Pada tahun akademik 2009/2010 ini, secara keseluruhan UNPAK menawarkan 31 program studi. Sejak tahun 2008 Rektor Universitas Pakuan adalah 
Dr. Bibin Rubini, M.Pd.

Universitas Pakuan memiliki 6 fakultas, yaitu:


  • Fakultas Hukum

  • Fakultas Ekonomi

  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  • Fakultas Sastra

  • Fakultas Teknik

  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pakuan juga memiliki program D3 (Akuntansi, Perpajakan, Manajemen Keuangan dan Perbankan, Teknik Komputer, Manajemen Informatika), Program S2 (Manajemen Pendidikan, Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Ilmu Hukum, Biologi, Ilmu Manajemen). Serta Program S3 Manajemen Pendidikan.

Pilihan Program Studi dapat di lihat pada http://www.unpak.ac.id/pilihan-program-studi

Lahan dan Bangunan

UNPAK menempati lokasi di Jalan Pakuan, Bogor dengan luas 3,5 ha. Fasilitas di lokasi ini meliputi: Gedung Rektorat, Program Pascasarjana, Perpustakaan Pusat; sembilan gedung fakultas, Gedung Pusat Penjaminan Mutu (PPM), gedung Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP), Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM), serta Lembaga Pengembangan dan Peningkatan Aktivitas Instruksional (LP2AI); gedung Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dan Biro Administrasi Umum (BAUM); auditorium, Laboratorium Komputer, mesjid, kantin dan Unit-unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Lokasi kampus II UNPAK ditempati gedung Fakultas Teknik, rumah kaca, serta kebun dan kandang percobaan. UNPAK juga memiliki lahan di Cijujung, Kabupaten Bogor seluas 10,8 ha yang diperuntukan bagi perumahan dosen dan karyawan, pengembangan kampus, rumah kaca dan sarana latihan kegiatan mahasiswa. Lokasi kampus III UNPAK terletak di Ciangsana sekitar 25 km arah Timur Laut kota Bogor ditempati oleh Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Kampus ini hasil kerjasama dengan Institut Semen dan Beton Indonesia.

Sarana Pembelajaran

Sarana pembelajaran berupa peralatan mengajar, peralatan laboratorium, bengkel/workshop, serta perlengkapan seminar/sidang, tersedia di setiap fakultas. Pengadaan kelengkapan laboratorium berasal dari dana internal maupun hibah dari lembaga dalam dan luar negeri, misalnya Latter Day Saint Charities-Amerika dan Larenstein University-Belanda.

Perpustakaan Pusat UNPAK memiliki koleksi 50841 judul pustaka yang meliputi 30738 judul buku, 10.052 judul skripsi, 80 judul thesis, 10 judul disertasi dan 162 laporan penelitian serta buku - buku akademik lainya