BASIS DATA adalah kumpulan data yang saling berelasi. Data sendiri merupakan fakta mengenai obyek, orang, dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka,deretan karakter, atau symbol). Basis data dapat didefinisikn dalam berbagai sudut pandang seperti berikut:
- Himpunan kelompok
data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga
kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah.
- Kumpulan data yang
saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa
pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi kebutuhan.
- Kumpulan
file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media
penyimpanan elektronik.
TUJUAN BASIS DATA
Basis
data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan, ketepatan, dan
kecepatan dalam pengambilan kembali. Untuk mencapai tujuan, syarat sebuah basis
data yang baik adalah sebagai berikut;
- Tujuan adanya
redundansi dan inkonsistensi data
Redudansi terjadi jika
suatu informasi disimpan di beberapa tempat. Misalnya, ada data mahasiswa yang
memuat NIM, nama, alamat, dan atribut lainnya, sementara kita punya data lain
tentang data KHS mahasiswa yang isinya yang terdapat NIM, nama, mata kuliah,
dan nilai.
2)
Kesulitan Pengaksesan Data
Basis data memiliki
fasilitas untuk melakuakan pencarian informasi dengan menggunakan Query taupun
dari tool untik melihat tabelnya. Dengan fasilitas ini. Kita bias secara
langsung melihat data dari software DBMS-nya. Selain itu, baiss data bias
dihubungkan dengan program aplikasi sehingga memudahkan pengguna dalam
mengakses informasi. Misalnya program aplikasi untuk kasir yang terhubung
dengan basis data . pengguna cukup mengguna fasilitas pencarian ataupun
laporan. Yang tersedia pada program aplikasi untuk mendapatkan informasi stok,
laporan penjualan, dan lain-lain. Dalam basis data, informasi yang diperolah
dari kumpulan data bisa berupa keseluruhan data, sebagai data, data denga
filter tertentu, data yang terurut, ataupun data summary.
Sebagai contoh sederhana
ketika kita ingin mencatat data alamat dan telepon dari kolega kita. Sebagai
orang akan menggunakan buku alamat. Metode pencatat dilakukan dilakukan dengan
menuliskan data setelah catatan terakhir. Ketika kita menginginkan informasi
alamat seseorang kita akan mencari karena informasi yang tersaji tidak terurut.
Ada juga orang mencatat dengan mengelompokan nama berdasarkan abjad. Hal ini
akan lebih mempermudah pencarian karena kita tidak perlu membaca keseluruhan
data, tetapi cukup dalam satu kelompok saja. Tapi masalah baru muncul ketika jumlah
data untuk sekelompokan data abjad teretentu telalu banyak sedangkan kelompok
abjad yang lain masih terlalu sedikit. Dalam metode ini, ada banyak ruang tidak
terpakai jika memberikan ruang yang sama untuk setiap kelompok. Dalam hal
pencarian, kesulitan akan kita temui ketika informasi yang kita ingin cari
dengan kata kunci sebagagian namanya. Misalnya kita akan mencari alamat Anto,
sementara yang tercatat dalam buku catatan adalah Mardianto. Tentu saja kita
tidak akan dapat menemukannya dalam kelompok data dengan huruf depan A. selain
itu, tidak selamanya kata kunci yang diketahui adalah dari nama, tetapi bisa
saja yang diketahui adalah nomer teleponnya, sedangkan yang ingin kita cari
adalah alamat dan namanya. Hal ini merupakan masalah baru dari pencatatan data
dengan buku. Basis data bisa memberikan solusi terhadap
permasalahan-permasalahan tersebut diatas.
3)
Multiple
User
Basis data memungkinkan
pengguna data bersama-sama oleh banyak pengguna pada saat yang bersamaan atau
pada saat yang berbeda. Dengan meletakkan basis data pada bagian server yang
bisa diakses kesemua pengguna dari banyak klient, kita sudah menyediakan akses
kesemua pengguna dari computer klient ke sumber informasi yaitu basis data.
Tentu saja pengaksesan oleh pengguna-pengguna ini disesuaikan dengan hak
aksesnya. Misalnya sebuah perguruan tinggi memiliki data tentang mahasiswa,
pembayaran, dan lain-lain yang diletakan dalam sebuah basis data. Bagian
Akademi akan bisa mengakses data-data akademi mahasiswa, Bagian Keuangan akan
diijinkan mengakses data pembayaran mahasiswa, sementara mahasiswa hanya bisa
melihat status akademi/keuangan yang berhubungan dengan dirinya saja. Hal ini
sangat dimungkinkan dengan penyimpanan data dalam basis data.
D. MANFAAT/KELEBIHAN BASIS DATA
Banyak memanfaat yang dapat kira peroleh dengan
menggunakan basis data. Manfaat/kelebihan basis data diantaranya adalah:
1) Kecepatan dan kemudahan (speed)
Dengan menggunakan basis
data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Basis data
memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan
metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi akan dapat
dilakukan dengan cepat dan mudah.
2)
Kebersamaan pemakai
Sebuah basis data dapat
digunakan oleh banyak user san banyak aplikasi. Untuk data-data yang diperlukan
oleh banyak orang/bagian. Tidak perlu dilakukan pencatatan dimasing-masing
bagian, tetapi cukup dengan satu basis data untuk dipakai bersama. Misalnya
data mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi, dibutuhkan oleh banyak bagian,
diantaranya: bagian akademik, bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, dan
perpustakaan. Tidak harus semua bagian ini memiliki catatan dan semua bagian
bisa mengakses data tersebut sesuai dengan keperluannya.
3)
Pemusatan control data
karena cukup dengan satu
basis data unutk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data juga cukup
dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa
misalnya, maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian
tetapi cukup hanya disatu basis data.
4)
Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan pemakain bersama,
kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan diberbagai tempat, tetapi cukup
satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data yang dimilikioleh
sebuah organisasi. Dengan teknik perancangan basis data yang benar, kita akan
menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus disimpan.
5)
Keakuratan (Accuracy)
Penerapan secara ketat
aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara data, dan
lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.
6)
Ketersediaan
(availability)
Dengan basis data kita dapat mem-backup data,
memilah-milah data mana yang masih diperlukan dan data mana yang perlu kita
simpan ke tempat lain. Hal ini mengingat pertumbuhan transaksi suatu organisasi
dari waktu ke waktu membutuhkan media penyimpanan yang semakin besar.
7)
Keamanan (Security)
Kebanyakan DBMS
dilengkapi dengan fasilitas manajemen pengguna diberikan hak akses yang
berbeda-beda sesuai dengan pengguna dan posisinya. Basis data bisa diberikan
passwordnya untuk membatasi orang yang mengaksesnya.
8)
Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
Pengguna basis data
merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Dengan adanya basis data
pembuatan aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan dari DBMS, sehingga pembuatan
aplikasi tidak perlu mengurusi penyimpanan data, tetapi cukup mengatur
interface untuk pengguna.
9)
Pemakain secara langsung
Basis data memiliki
fasilitas untuk melihat datanya secara langsung dengan tool yang disediakan
oleh DBMS. Untuk melihat data, langsung ke table ataupun menggunakan query.
Biasanya yang menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli, atau
database administrator.
10)
Kebebasan data (Data Independence)
Jika sebuah program telah
selesai dibuat, dan ternyata ada perubahan isi/struktur data. Maka dengan basis
data, perubahan ini hanya perlu dilakukan pada level DBMS tanpa harus
membongkar kembali program aplikasinya.
.
SISTEM BASIS DATA (SYSTEM
DATABASE) adalah Suatu sistem penyusunan dan
pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk
menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah
organisasi/perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan
pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusa
KOMPONEN DASAR DARI
SISTEM DATABASE
Terdapat 4 komponen pokok
dari system
database :
1. DATA, dengan ciri-ciri :
–
Data disimpan secara terintegrasi (integrated)
–
Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)
•
Terintegrated
yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari
aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan
bagian-bagian yang rangkap (redundant).
•
Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat
diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
2.
HARDWARE ( perangkat keras)
Terdiri dari
semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan
system database berupa :
* Peralatan untuk penyimpanan,
disk, drum, dll
* Peralatan input dan
output
* Peralatan komunikasi
data, dll
3. SOFTWARE (perangkat lunak)
Berfungsi sebagai perantara (interface) antara
pemakai dengan data phisik pada database, dapat berupa :
* Database Management System
(DBMS)
* Program-program aplikasi
& prosedur-prosedur
4. USER (Pemakai)
Terbagi menjadi 3 klasifikasi :
•
Database Administrator (DBA), orang/team yang
bertugas mengelola system database secara keseluruhan
•
Programmer, orang/team membuat program aplikasi
yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman
•
End user, orang yang mengakases database melalui
terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat
oleh programmer
DATA PADA DATABASE DAN HUBUNGANNYA
Ada 3 jenis data pada
system database, yaitu:
•
Data operasional dari suatu organisasi, berupa
data yang disimpan didalam database
•
Data masukan (input data), data dari luar sistem
yang dimasukan melalui peralatan input (keyboard) yang dapat merubah data operasional
•
Data keluaran (output data), berupa laporan
melalui peralatan output (screen, printer) sebagai hasil dari dalam system yang
mengakses data operasional
KEUNTUNGAN PEMAKAIAN
SISTEM DATABASE
- Terkontrolnya
kerangkapan data dan inkonsistensi
- Terpeliharanya
keselarasan data
- Data dapat dipakai
secara bersama-sama
- Memudahkan penerapan
standarisasi
- Memudahkan penerapan
batasan - batasan pengamanan.
- Terpeliharanya
intergritas data
- Terpeliharanya
keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi
- Program / data
independent
KERUGIAN PEMAKAIAN SISTEM
DATABASE
- Mahal dalam
implementasinya
- Rumit / komplek
- Penanganan proses
recorvery & backup sulit
- kerusakan pada
system basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait
- dan lain – lain.
ISTILAH-ISTILAH YG
DIPERGUNAKAN DALAM SISTEM BASIS DATA
a. Enterprise, suatu bentuk organisasi
Contoh : data sekolah
----- > data mhs
Rumah sakit ----- > pasien
b. Entitas, suatu obyek yang
dapat dibedakan dengan objek lainnya
Contoh : Bidang administrasi siswa --- >
entitas mahasiswa, buku, pembayaran
Bidang kesehatan --- > entitas pasien, dokter Obat
c. Atribute / field , setiap
entitas mempunyai atribut atau suatu sebutan untuk mewakili suatu entitas.
Contoh : Entity
siswa --- >
field Nim, nama_siswa,alamat
Entity nasabah ---
> field Kode_nasabah,nama_nsh
d. Data value (nilai atau isi data), data actual
atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau attribute. Isi dari atribut
disebut nilai data.
Contoh : Atribut nama karyawan --- > Sutrisno,
budiman,
e. Record/ tuple, kumpulan elemen-elemen yang saling
berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
Contoh : satu record
mewakili satu data/informasi -- > nim, nm_mhs, alamat.
f. File, kumpulan record-record sejenis yang
mempunyai panjang elemen sama, attribute yang sama, namun berbeda-beda data
valuaenya
g. Kunci elemen data, tanda pengenal yang secara
unik mengindentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas
h. Database Management System (DBMS), kumpulan file yang saling berkaitan bersama
dengan program untuk pengelolaannya.
DBMS
(Database Management System)
DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membaut, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.
FUNGSI DBMS
1. Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh
DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membaut, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.
FUNGSI DBMS
1. Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh
DBA
4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.
KOMPONEN DBMS
Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :
1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.
KOMPONEN DBMS
Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :
1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
2. Database Manager, yang menyediakan interface antara
data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang
diberikan ke sistem.
3. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi
3. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi
5. DDL
Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang
mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
PRIMARY KEY adalah atribut
(field) yang dipilih untuk menentukan struktur storage pada organisasi file
multi key, adapun key lainnya disebut dengan secondary key. Pengertian lainya
Primary Key adalah suatu nilai dalam basis data yang digunakan untuk mengidentifikasi
suatu baris dalam tabel. Nilai dari primary key adalah unik.
pengertian lain
Primary key :Salah satu atrribut dari candidat key dapat dipilih
menjadi primary key dengan 3 kriteria sbb :
§
Key tersebut lebih
natural untuk dijadikan acuan
§
Key tersebut lebih sederhana
§
Key tersebut cukup
uniqe
ABTRAKSI DATA
merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya
data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang
sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali
menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara
(diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna
dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh
pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
Terdapat
3 level abstraksi :
1. Level Fisik (Physical Level)
Lapis
fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how) data
sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci.
2. Level Logik / Konseptual (Conceptual
Level)
Lapis
konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan data apa (what)
saja yang sesungguhnya disimpan pada basisdata, dan juga menjabarkan
hubungan-hubungan antardata secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level
ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa, tabel
krs, tabel transkrip dan lain
sebagainya. Level ini biasa dipakai oleh DBA.
sebagainya. Level ini biasa dipakai oleh DBA.
3. Level Penampakan/pandangan (View
Level)
Lapis
pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini
pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada
kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa
berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data. Misalnya:
Bagian keuangan hanya membutuhkan data keuangan, jadi yang digambarkan hanya
pandangan terhadap data keuangan saja, begitu juga dengan bagian akuntansi,
hanya membutuhkan data akuntansi saja. Jadi tidak semua pengguna database
membutuhkan seluruh informasi yang terdapat dalam database tersebut.
